Selasa, 03 April 2012

Old love blossomed again in Gashuku

 Pagi itu seorang anak remaja umur 16thn bernama Aithem sedang bersiap2 untuk berangkat ke puncak. Dia akan mengikuti ujian Taekwondo dari club nya. Ketika dia baru selesai mandi tiba2 terdengar getaran hp ternyata teman nya memberitahu kan Aithem untuk bersiap2, karena teman2 yang lain sudah pada kumpul untuk berangkat ke puncak. Aithem segera bergegas dan berpamitan kepada mama nya. Setelah sampai di Sd25 tempat semua teman2 berkumpul, Aithem berbincang dahulu bersama Sabeum2 Aithem. Sambil menunggu teman2 yang belum datang. Ketika semua teman2 sudah pada kumpul, sebelum berangkat kami di absen dulu satu persatu.


 Kami pun akhirnya jalan menggunakan bus. Pertama2 kami semua ke Sd Pulo Gebang terlebih dahulu untuk menjemput rombongan dari unit Cakung. Setelah sampai si Aithem pura2 tidur di sebelah teman nya, karena masih malu ketemu mantan nya yang bernama Zhaviia yang ikut termasuk rombongan Cakung. Bus pun jalan menuju puncak dan sempat istirahat sebentar di sebuah Pom bensin. Ketika bus berhenti sejenak, anak2 peserta pun pada turun ada yang mau jajan dulu, ada yang mau ke kamar mandi dll. Si Aithem sendiri pun menyendiri di dalam bus dan gak lama kemudian ada seorang ade kecil mengajak turun Aithem untuk membeli senter. Bang temenin aku yuk beli senter, kata ade tersebut. Iya ayooo, kata Aithem. Sesampai di super market Aithem bertemu kembali dengan Zhaviia dan mereka berdua pun saling menyapa dan bersenda gurau. Ekh* de lagi beli apa, tanya Aithem. Lagi beli cemilan aja ka’ untuk di bus, jawab Zhaviia.  Mereka pun saling bercakap2 dan sampai akhirnya Si Zhaviia pun naik ke bus duluan. Dan Aithem pun sampai lupa tujuan nya turun untuk membeli kan senter  Si Ade yang meminta tolong pada nya.

Selesai istirahat sejenak bus pun melanjut kan perjalanan. Jalan menuju puncak pun cukup ramai. Di perjalanan Aithem sempat berbincang2 dengan Zhaviia dan teman2 nya. Mereka semua terlihat sangat happy, padahal mereka lupa tujuan mereka ke puncak bukan untuk bersenang2 melainkan untuk ujian. Lama nya perjalanan membuat Aithem sangat bosan. Dia pun tiduran di bus sambil mendengar kan lagu. Ketika Aithem tidur salah satu sabeum Aithem ada yang memberi handsaplas di jidat Aithem dan Aithem hanya diam, karena Aithem tahu itu adalah salah satu bagian dari ujian. Anak2 yang lain pun pada tertawa melihat Aithem dan Aithem pun hanya membalas nya dengan senyuman.


 Bus pun berhenti pertanda sudah sampai nya kita di puncak. Pertama2 kita harus mendaki jalan setapak dahulu untuk sampai di Villa tersebut. Aithem berjalan bebarengan dengan Zhaviia dan peserta yang lain nya. Sepanjang perjalanan Zhaviia terus mengeluh kepada Aithem. Ka’ sabeum nya baik banged yaa, gak ada yang lebih susah lagi aph, celetuk Zhaviia. Jangan tanya kan saya, saya kan bukan panitia, saya cumand peserta sama seperti kamu, balas Aithem. Selama perjalanan Zhaviia terus mengeluh kepada Aithem dan Aithem pun hanya bisa tersenyum, karena dia sendiri pun tampak lelah.



 Sampai di Villa kami semua langsung baris untuk membagi kan kelompok. Pertama  Aithem khawatir kelompok  Aithem anak2 bocah semua, tapi syukur nya kelompok pun di rolling kembali dan  Aithem dapat anak2 yang bisa di ajak kerja sama, Hehe*. Setelah itu pembagian kamar, Aithem  pun terpilih menjadi Ketua kelompok karena yang paling tertua. Tugas dan beban pun sangat besar, karena bila ada salah satu anggota yang salah ketua nya lah yang menjadi sasaran *sabar.com*.


 Sesudah semua beres dan kamar sudah di tata, kami semua pun makan siang + sholat Dzuhur berjamaah. Setelah makan siang salah satu sabeum ada yang memerintah kan Aithem untuk bertukaran kamar dengan anak perempuan. Aithem pun selaku ketua kelompok langsung bergegas dan menyuruh anak buah nya berkemas kembali. Perpindahan pun terjadi, ketika Aithem sudah rapi dengan kamar yang baru tiba2 dia melihat di gantungan baju ada jam berwarna merah jambu. Aithem pun langsung mengembalikan kepada anak perempuan dan ternyata jam tersebut punya Zhaviia. Jodoh kaleee yaa, kata Aithem dalam hati.

Semua telah tertata kembali lagi. Sabeum pun menyuruh kita semua untuk bersiap2 melakukan ujian kenaikan tingkat. Anak2 yang lain pun sudah siap dan rapi hanya kelompok Aithem yang belom rapi. Terpaksa Aithem kena hukuman karena kelompok nya belom siap *sabar.com*. Kami semua serentak berangkat ke Aula untuk melakukan ujian, tapi sebelum ujian kami semua di beri waktu 30menit untuk memperdalam materi2 ujiand nya. Aithem pun merasa sangat gugup ketika latihan, karena dia jarang sekali mempelajari materi2 yang akan di keluar kan di ujian bahkan tidak pernah sama sekali *nasib.com*.


  Ujian pun di mulai, semua peserta memasuki aula. Aithem pun menunggu giliran. Dia mendapat giliran terakhir karena sudah temasuk senior dan dia akan di test bersama teman senior yang lain nya juga. Ketika penguji memanggil nama Zhaviia ke depan untuk di uji, Aithem pun hanya senyum2 sambil memandangi wajah nya *jangan GERR yaa*. Zhaviia pun melewati ujian dengan cukup baik, walaupun masih banyak  salah nya Hehe*. Sampai akhirnya masuk ujian Jireugi atau kita sering denger Fighting. Zhaviia pun fighting dengan semampu nya, Aithem pun memberi support kepada nya. Namun temen2 yang lain malah ngcengin Aithem kembali kepada Zhaviia *kan jadi malu*. Setelah selesai dan peserta lain pun silih berganti untuk di test, tiba lah saat Aithem untuk maju besama teman2 nya yang lain. Dag dig dug, itu lah perasaan Aithem ketika maju. Namun setelah seterus nya rasa itu telah ilang. Tiba waktu dalam ujian Pemecahan Benda Keras. Dalam ujian ini di perlu kan konsentrasi yang tinggi dan teknik yang sempurna. Aithem pun bersiap2 dan mengambil ancang2, tapi sayang percobaan pertama dengan kayu pertama gagal pecah. Karena teknik yang kurang sempurna. Ketika percobaan berikut nya masih gagal juga. Di percobaan yang terakhir Aithem pun berhasil menghancur kan kayu tersebut dengan pukulan super nya. Semua peserta pun memberi applause termasuk Zhaviia. Di kayu yang ke dua menggunakan tendangan Up purugy. Aithem hanya 2x mencoba, di percobaan yang ke dua dia berhasil dan langsung melakukan aksi Split (aksi lurus nya ke dua kaki di lantai). Dan kayu yang terakhir menggunakan tendangan Do lio chagy. Percobaan yang pertama kayu tak berhasil pecah, namun hanya bengkok. Di percobaan yang ke dua salah satu sabeum ada yang menyuruh menggunakan tendangan Dolke (tendangan berputar). Dan akhirnya berhasil *bangga.com*. Tidak hanya sampai di situ ujian nya, masih ada ujian Fighting. Aithem dan teman2 nya harus melawan sabeum2 nya *NGERI kaliii*. Pada akhirnya Aithem berhasil mengalah kan Sabeum nya, walaupun tangan menjadi korban nya.



 Setelah ujian praktek selasai, kami di beri istirahat sholat magrib dan makan malam. Aithem pun langsung baringan di kasur yang empuk, namun dia harus bersiap2 lagi untuk sholat dan makan malam *cape deh*. Ketika Aithem ingin mengambil air wudhu masih saja sempat2 nya bercanda dengan Zhaviia *tanda2 mulai muncul*. Setelah selesai sholat di lanjut kan dengan makan malam. Di waktu dinner ada kejadian cukup menghibur, sabeum menyuruh menyuapi teman yang ada di sebelah nya. Salah satu dari anggota Aithem pun ada yang duduk bersebelahan dengan Zhaviia dia pun meminta tukar tempat duduk, tetapi Aithem menolak karena gengsi *secara amc mantan, tph dari dalam hati nya si mau (tertawa)*. Selasai dinner kami semua harus bersiap2 kembali untuk melakukan meeting. Di waktu yang sedikit longgar, Aithem menyempat kan diri untuk membuka hp dan mengecek Fb. Di situ lah Aithem mulai merayu2 dengan rayuan gombal’a ke Fb Zhaviia. Dan Zhaviia pun membalas nya dengan senyuman2 yang manis *gombal.com*.


 Kami semua pun kembali bebaris untuk melakukan meeting di Aula. Ketika semua anak sudah pada kumpul, SabeumNeam pun memberi penjelasan tentang apa itu Taekwondo serta sejarah2 nya. Kami semua mendengar kan dengan seksama dan sangat serius. Di waktu SabeumNeam memberi penjelasan Aithem mulai merasa sangat ngantuk, dan Aithem hampir saja di beri hukuman. Nasib beruntung masih menimpa Aithem, dia hanya di beri peringatan. Selesai meeting tersebut kami di suruh kembali ke kamar masing2 untuk tidur malam, namun harus kembali bangun pukul 00.00 untuk melaksanakan ‘Jurit malam’ *hal yang di nanti2 Aithem*. Setelah memasuki kamar Aithem tidak langsung tidur, pertama2 dia mengatur kelompok nya supaya bisa tidur dengan nyaman. Terpaksa dia harus tidur di lantai, karena banyak nya anak bocah yang sudah memenuhi kasur *itu pun tidur nya tumpuk2n udh kayak sarden*.  Semua anak2 hampir rata2 sudah terlelap di ke sunyian malam. Hanya Aithem dan beberapa anak yang masih membuka mata nya lebar2. Ketika Aithem belum ter tidur banyak kejadian2 yang tidak bisa saya lupa kan. Ada yang tiba2 bangun dan ternyata dia hanya menggigau sedang berada di bulan, ada yang kepentok tidur nya, ada mendengkur keras sekali sampai2 Aithem memberi mulut dia minyak kayu putih dan ada yang mengiler sampai2 menyiptakan 1000 pulau *kocak.com*.
  

 Pukul 00.00 kami semua di bangun kan kembali untuk melaksana kan Jurit malam. Aithem yang baru terlelap pukul 23.00 terpaksa harus segera bergegas, karena dia ketua kelompok yang harus siap sebelum anak2 buah nya. Ketika Aithem dan beberapa anak buah nya sudah siap, Aithem masih saja harus menghadapi masalah. Salah satu anggota kelompok nya harus ada yang kehilangan Dobok (seragam Taekwondo). Beban lagi yang harus di hadapin Aithem dan akhirnya Aithem mencari kan baju pinjeman untuk anggota nya tersebut. Kelompok Aithem berbaris dengan rapi dan mendengar kan arahan dari Sabeum2 nya.


 Kami semua pun berjalan ke sebuah tempat yang sangat gelap. Di sekeliling kami hanya terdapat pohon2 yang menyeram kan. Ketika sampai kami semua di suruh menunggu sejenak sambil menuggu arahan selanjutnya. Salah satu anggota dari kelompok Aithem jalan duluan berjalan menuju Pos2 yang sudah di tentukan. Semangat ya !!!, seru Aithem kepada anggota kelompok nya. Satu per satu peserta sudah mulai meninggal kan tempat. Ada salah satu ade kecil yang sudah mengeluh, karena sudah tidak kuat lagi. Dia memohon2 kepada Aithem untuk segera balik ke Villa. Aithem tampak bingung, karena dia tidak punya hak apa2. Akhirnya ade tersebut di sruh berjalan dengan seorang anak yang berbadan paling besar. Tidak hanya dia saja yang mengeluh, ada salah satu anak kelas 6sd yang sangat ngotot ingin berjalan dengan Aithem. Aithem pun kembali bingung dan akhirnya anak tersebut berhasil di bujuk untuk berjalan tanpa diri nya *penakut.com*. Ketika Zhaviia sudah mau berjalan, Aithem berharap dapat mendampingi nya. Namun itu hal yang mustahil, karena Aithem harus berjalan sendiri tanpa teman *sabar.com*. Sebelum Zhaviia berjalan, Zhaviia sempat bertaruh kalau dia tidak akan menangis sampai Villa kepada Aithem. Aithem pun sangat senang Zhaviia berani bertaruh seperti itu. Semoga aja Zhaviia nangis, tapi selalu lindungi dia ya Allah, seru Aithem dalam hati kecil nya.



 Sampai akhirnya Aithem yang berjalan menuruni dan menaikan jalan yang cukup seram. Aithem pun yang paling berani berjalan duluan di antara senior2 yang lain nya. Berjalan dan terus berjalan, dengan rasa percaya diri nya Aithem berjalan tanpa ada rasa takut. Ketika samapai di Pos I, Aithem berjalan sambil melihat anak2 yang sedang tiduran di jalan. Salah satu anak ada yang menegor Aithem. Bang baris dulu di belakang di suruh Sabeum, kata salah seorang anak. Akh* bdo EGP (emang gue pkirin), balas Aithem. Sampai di Pos I, Aithem harus menerima hukuman dari Sabeum karena melanggar perintah *resiko.com*. Aithem di suruh berendam di air gunung yang mengalir. Hihi* dingin, ucap Aithem dalam hati. Aithem juga harus kembali bebaris sperti anak yang lain nya. Ada salah satu bocah yang mencoba menakuti2 Aithem. Bang itu di belakang nya ada apa, seru bocah tersebut. Akh* paling bapak2 yang mencoba menuruni jalan, balas Aithem. Ketika berbalik ke belakang, Aithem melihat  seekor serigala putih yang sedang berlari dengan cepat nya Aithem menyingkir ke pinggiran sambil memeluk bocah2 yang lain nya *hihi atut*. Setelah itu anak2 satu per satu meninggal kan Pos I, Aithem di panggil kembali. Aithem di kerjain habis2n oleh Sabeum nya, sampai dia harus bolak-balik ke naik turun jalan demi melaksanakan perintah Sabeum nya. Selanjut nya Aithem berjalan ke Pos II, di sana rupa nya yang berjaga adalah mama Aithem dan Sabeum nya yang lain. Mama Aithem mengenakan Mukenah putih dan belagak layak nya pocong. Aithem sendiri hanya tersenyum di balik gelap nya pagi. Dingin nya suasana di tambah deras nya hujan, membuat Aithem semakin menggigil. Dia di suruh berendam di sebuah kubangan air, dan melakukan gerakan2 konyol, seperti berenang, mencuci baju dll. Giliran Aithem pun telah berakhir, datang lah senior2 yang lain. Mereka juga mendapat nasib yang sama, yaitu berendam di kubangan air yang kata salah satu anak bocah. Itu kan bekas kencing kami, seru bocah tersebut *hihi, Jorse (Jorok sekalee)*. Satu hal yang membuat Aithem tertawa tiada henti nya adalah, ketika teman Aithem yang lelaki menyatakan cinta kepada anak SabeumNeam yang termasuk peserta Gashuku. Dan masih banyak lagi kejadian konyol yang terjadi di Pos II yang tidak bisa di cerita kan satu per satu.
Sampai di Pos III ujian tidak terlalu berat, karena di sini kita hanya perlu merenungkan apa ke salahan kami selama hidup di dunia. Teman2 Aithem terlihat tampak sedih dan ada yang sampai menangis meraung2. Aithem sendiri hanya tertunduk dan ikut sedih atas cerita2 yang di berikan Sabeum kami *tapi gak nangis*.
  

 Selesai melewati rintangan Jurit malam, kami kembali ke Villa. Aithem sendri langsung mandi dan melaksanakan Sholat Shubuh berjamaah. Raut wajah Aithem yang terlihat sangat ngantuk membuat dia tertidur ketika salah satu Sabeum sedang memberikan kultum. Setelah selesai Aithem langsung meringkuk ke pojokan sambil tertidur bersama salah satu teman nya. Namun di karena kan banyak bocah2 lain yang sangat berisik, membuat Aithem tidak bisa tidur *dasar bocah*. Bang2 kita berenang yuks, kata salah satu bocah. Oke abang siap2 dulu ya, jawab Aithem sambil membangunkan teman nya yang sedang tertidur. Kami pun semua berenang dibawah dingin embun nya pagi. Aithem pun tiada henti nya menggigil, tapi ada satu hal yang membuat badan Aithem terasa hangat. Dia senang  karena bisa melihat senyuman Zhaviia di pagi yang sangat indah *gombal.com*. Tidak hanya sampai di situ mereka berdua pun terus menerus saling bersenda gurau di bawah dingin nya embun pagi. Aithem sendiri sangat senang walaupun mereka sudah tidak ada hubungan, tapi masih bisa ada canda dan tawa yang mereka lalui bersama *aiih.com*.
Aithem sendiri sudah merasa puas berenang di bawah dingin nya embun pagi. Dia melanjutkan kegiatan dengan bermain Futsal. Aithem menantang Unit Cakung untuk sparing melawan Unit 25. Meraka pun menjawab tantangan Aithem dengan melakukan sparing. Permainan pun di mulai, beberapa goal telah di lesak kan oleh anak2 Unit 25 ,maupun Unit Cakung. Kita pun bermain sampai putaran ketiga, sampai Aithem terlihat sangat letih. Dan akhirnya pertandingan pun di menangkan oleh Unit 25, dengan Aithem sebagai Kapten. Dia sendiri berhasil melesak kan 2goal untuk kemenangan Unit 25. Keringat yang mengalir membuat badan Aithem sangat panas, dan dia mempuntai ide. Panas2 gini enaknya berenang lagi, usul Aithem. Anak2 yang lain serempak bilang “Setuju”. Mereka pun kembali berenang kembali, di suasana pagi menjelang siang pun kolam renang terlihat semakin ramai. Di situ Aithem membuat ulah dengan mngisengin 1per satu yang ada di kolam renang, ada yang di ceburin sampai kelelep, ada yang celana nya di pelorotin, ada yang di lelepin dll. Hal2 tersebut adalah kejadian yang tidak pernah di lupa kan Aithem selama mengikuti Gashuku bersama anak2 Taekwondo. Merasa puas dengan keisengan yang Aithem perbuat, tidak sampai di situ saja. Aithem membuat atraksi melompat ke kolam renang dengan bentuk tendangan dalam Taekwondo. Di situ membuat Zhaviia kembali memperhatikan Aithem, sampai2 dia mempotret setiap gerakan yang di lakukan Aithem *kayak artis nhe*. Namun nasib buruk harus menimpa Aithem. Setelah dia melakukan gerakan2 tadi, tiba2 kaki Aithem terasa sangat keram yang membuat Aithem harus kembali ke Villa *kasian.com*.


 Berbaring di kamar sejenak sambil membuka Fb melalui Hp, itu lah hal yang di lakukan Aithem setelah selesai berenang. Di beranda Aithem melihat status Zhaviia “Hari nhe pas untuk jadian, hehe*”. Di situ Aithem sebenar nya ingin rujuk kepada Zhaviia, setelah beberapa bulan yang lalu hubungan mereka hancur dengan alasan yang tidak jelas. Tapi Aithem tidak mau ke GEERan terlebih dahulu, dia masih ingin menunggu rujukan dari Zhaviia nya sendiri *ngarep.com*.  Makan siang kegiatan yang kita lakukan sebelum kembali ke Jakarta. Selesai makan siang, Sabeum memberikan tugas cuci piring kepada beberapa anak. Salah satu anak tersebut  adalah Zhaviia, ke betulan sekali Zhaviia duduk di sebelah Aithem. Dengan enak nya Aithem berkata, cuci piring gue ampe bersih sama sendok2 nya *kapan lagi.com*. Siap tuan, balas Zhaviia dengan muka yang terpaksa. Tidak sampai di situ saja, Sabeum kembali memberi tugas untuk membersihkan kamar masing2 tiap kelompok dan ruangannya. Aithem kembali terpilih bersama anak2 lain yang sudah di anggap cukup dewasa untuk di berikan tanggung jawab. Perjalanan menuju ke kamar Aithem melihat Zhaviia sedang mencuci piring, dia kembali menyindir Zhaviia. Yang bersih ya de nyuci piring nya dan cepet karena udah di tunggu Sabeum, kata Aithem. Iyaaa kk, bales Zhaviia dengan wajah yang tidak happy.
Aithem pun bersama anak2 yang di beri tugas tadi mulai membersihkan kamar masing2. Satu per satu kamar pun rapi, tapi dari salah satu anak tersebut ada yang suka protes dengan kebijakan yang Aithem kasih, kata nya sii telalu banyak ngatur.  Emang dasar nya aja mereka yang MALES *real.com*.


 Kamar dan ruangan yang di atas pun sudah rapi dan kami di beri waktu untuk berkemasan, karena kami semua akan balik ke Jakarta. Setelah semua rapi dan sudah siap, kami semua bebaris dan di beri sedikit pengarahan. Sebelum pulang para Sabeum sepert biasa photo2 terlebih dahulu *narsis.com*, operasi semut dan memberitahu kan siapa anak terbaik selama mengikuti Gashuku. Salah satu anggota kelompok Aithem ada yang terpilih dan dia pun ikut bangga, karena selaku ketua berhasil mengatur anggota nya dengan baik sehingga terpilih jadi yang terbaik. Banyak hal yang cukup konyol di saat Operasi Semut. Setelah di cek kembali kamar masing2, banyak perlengkapan yang masih tinggal. Ada sendok, garpu, baju, boxer, sendal, kaos kaki, sampai2 CD (celana dalam). *iiu Jorse (Jorok sekalee)*. Sebelum naeg bus, seperti biasa kami harus berjalan beberapa meter ke tempat parkir. Sepanjang perjalanan menuju tempat parkir, Aithem mendengarkan cerita dari Sabeum nya. Dia berjalan sambil tertawa tiada henti, karena mendengar cerita Sabeum selama kami semua mengikuti Jurit malam.


 Akhirnya kami semua pun naeg bus, tapi ada beberapa anak yang pulang bareng orang tua nya. Sedangkan Aithem tetap pulang bareng rombongan. Perjalanan cukup lancar, walau ada sedikit kemacetan *hal yang biasa*. Selama perjalanan anak2 yang lain terlihat sangat letih semua, termasuk Aithem dan Zhaviia. Aithem pun kembali membuat hal yang usil. Dia memfoto beberapa teman nya yang sudah tidur dengan tepar yang rencana nya foto itu kan di pajang dan di perlihat kan ke teman2 yang lain *Aithem memang super usil*. Selama di bus pun Aithem tertidur cukup pulas sambil mendengar kan lagu. Ketika bangun kami semua sudah samapai di sd25. Namun ada hal menarik lagi nhe. Bus kami tidak bisa berhenti di depan sd25, terpaksa bus berhenti di seberang dekat rumah nenek tua. Sebelum kami semua turun, nenek2 tua itu keluar dari rumah nya sambil marah gak jelas. Kata orang2 sii, mang agak Stresss. Sabeum Aithem pun sampai pusing melihat kelakuan nenek2 tersebut. Sampai2 Sabeum Aithem berkata, udah nek !!
udh malam, mending masuk tidur !! ntar mati gak ada yang ngubur lo. Di situ Aithem tertawa geli mendengar kata2 Sabeum nya. Sebelum turun Aithem sempat berpapasan dengan Zhaviia. Dan mereka berdua pun hanya saling senyum di balik muka yang sangat lelah. Mereka berdua pun menyimpan satu harapan, yaitu bagaimana mereka bisa pacaran lagi kayak sebelum nya. Namun itu hanya hati mereka masing2 yang tahu dan mereka pun tidak mau saling terbuka.


 Sampai di rumah, Aithem langsung mandi dan baringan di tempat tidur. Seperti biasa sebelum tidur pasti dia melihat hape nya. Hape nya ternyata ada sms dari Zhaviia. Ka aku mau jujur, kata Zhaviia di sms. Aithem pun membalas, jujur apa de ?? *berharap yang mau di kata kan jujur itu tentang isi hatinya*. Zhaviia membalas, aku mau jujur hari ini aku capek banged. Oh, ydha istirahat aja, balas Aithem. Harapan Aithem pun sirna sudah, dan dia hanya mengharapkan harapan kosong. Namun dalam lubuk hati Aithem masih ada yang mengganjal, lalu Aithem melupakan begitu saja. Keesokan hari nya, pagi hari. Tiba2 saja hp Aithem bergetar sambil berkata, tumben pagi2 sudah ada yang sms. Ketika melihat sms ternyata dari Zhaviia, dia sms Selamat Pagi sambil basa-basi *lama2 basi beneran deh*. Lama2 Zhaviia mulai membahas yang lain, dan untuk kali keduanya dia sms, Ka’ aku mau jujur sama kk, sms Zhaviia. Jujur aja sayang, kk gak marah koq, bales Aithem dengan lembut nya. Tek, tek, tek, cukup lama Zhaviia membalas pesan Aithem.Tak lama kemudian datang balasan dari Zhaviia. Ka’ aku masih sayang amc kk. Aithem menjawab dengan singkat, sama de. Trus, balas Zhaviia. Terus apa mentok dund, balas Aithem. Ikh* seriuz kk, balas Zhaviia. Ohh kamu mau kita kayak dulu lagi, balas Aithem. Iyaaa, balas Zhaviia. Ohh ydha deh kk mau, balas Aithem. Dan akhirnya mereka pun kembali menjadi pasangan yang romantis seperti dulu lagi. Semua itu terjadi selama Gashuku berlangsung.

                                                    The End






Creator: Rendy Pratama



Tidak ada komentar:

Posting Komentar